Jumat, 31 Oktober 2014

Manfaat Minum Air Es untuk Diet dan Kesehatan



Manfaat Minum Air Es untuk Diet dan Kesehatan

Setelah makan biasanya orang lebih memilih untuk minum air hangat ketimbang air es.

Hal ini disebabkan karena adanya mitos bahwa minum air es setelah makan bisa menyebabkan lemak menggumpal, sehingga tubuh akan jadi lebih gemuk atau perut menjadi buncit.

"Ini sebenarnya hanya mitos saja. Yang membuat perut jadi buncit sebenarnya karena perilaku diri, setelah makan langsung tidur," tukas Hendry, Physical Exercise Consultant kepada Kompas Female, saat peluncuran sebuah minuman diet di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Banyak orang menganggap bahwa dinginnya air es ini tidak bisa melarutkan lemak, sehingga lemak akan menggumpal dan menumpuk di perut.

Hal ini tidaklah benar, menurut Hendry tidak ada hubungannya antara lemak yang menggumpal dan sulit dicerna dengan konsumsi air es setelah makan.

Karena, pada dasarnya tubuh manusia memiliki suhu mutlak di dalam tubuh. Saat masuk ke dalam tubuh, suhu makanan dan minuman panas ataupun dingin akan disesuaikan dengan suhu tubuh.

"Rasa dingin ini hanya akan terasa di tenggorokan saja, sehingga saat masuk ke dalam tubuh suhunya jadi suhu tubuh dan tidak menggumpalkan lemak," bebernya.

Air es justru bikin tubuh langsing dan sexy
Ditambahkan Hendry, sebenarnya air es justru membantu tubuh untuk lebih langsing meski Anda banyak makan.

Minum air es setelah makan akan membantu tubuh membakar kalori lebih banyak dibandingkan ketika minum air hangat.

Ketika air dingin masuk ke dalam tubuh, secara tak langsung tubuh akan dipaksa untuk menetralkan suhu air tersebut melalui pembakaran lemak dalam tubuh.

Selain untuk menetralkan suhu air dingin dalam tubuh, tubuh yang terkena rangsangan air dingin ini akan bereaksi dan memulai usaha untuk menghangatkan badan, sehingga sebenarnya lemak dan kalori yang terbakar akan lebih banyak.

Meskipun ketika minum air hangat kalori juga akan terbakar, namun ternyata tidak sebanyak ketika Anda minum air es.

"Hal ini bisa dianalogikan ketika kita berada di tempat yang bersuhu dingin, pasti akan terasa lapar terus-menerus.

Tapi meski demikian, bobot tubuh tidak melonjak naik karena lemaknya digunakan untuk menghangatkan tubuh," bebernya.

Salah satu hal yang banyak disalahartikan ketika minum air hangat setelah makan akan adalah keluarnya keringat yang dianggap sebagai tanda bahwa lemak sudah terbakar.

Keluarnya keringat ini bukanlah tanda bahwa kalori sudah terbakar, melainkan lebih berfungsi untuk mendinginkan tubuh.

Sumber: 
http://female.kompas.com/read/2012/04/16/15144381/Manfaat.Minum.Air.Es.Setelah.Makan

===================================
(Ads). 
Gratis Ongkir Bayar di Rumah COD
Kursi Roda Harga 850Ribu 
Alat Inhalasi Uap Asma 590Ribu,
Alat Tensi Digital Japan 390ribu,
Alat Cek Kolesterol dan Gula 450ribu.
Alat Bantu Dengar Germany 365ribu
call sms WA 087780633777 BBM 7649FA23
===================================
 Baca Juga Artikel ini:
Kisah cinta antara Nila Djuwita dengan Farid Anfasa Moeloek berawal bersemi di kampus perjuangan Universitas Indonesia. Pandangan pertama terjadi saat Nila baru masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Saat itu, Farid aktif sebagai panitia Opspek (Orientasi Pengenalan Kampus). Pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Farid pun resmi melamar dan mempersuntingnya menjadi istri pada tahun 1972.2)

Dalam membina rumah tangga, keduanya selalu memegang prinsip kebersamaan, saling menghormati dan mengasihi, sesuai denga kodradnya masing-masing. Termasuk dalam mendidik anak menjadi tanggung jawab berdua. Tiga orang anak sebagai buah kasih mereka (Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek dan Puti Anisa Moeloek) sejak awal ditanamkan nilai-nilai agama, terutama dalam menghadapi era globalisasi, yakni nilai-nilai negatif yang berpengaruh terhadap pola kehidupan anak-anak di zaman sekarang ini dianggap cukup meresahkan.

Ketiga anaknya, sejak masih kecil sampai mereka remaja dan memasuki kehidupan dewasa, sangat senang melakukan kegiatan di kamar tidur orang tuanya. Mulai dari belajar, nonton TV, maupun kegiatan lainnya. "Anak-anak kami sangat betah berlama-lama di kamar tidur kami. Hal ini sebenarnya cukup positif, karena selain menambah kedekatan kami sebagai orang tua dengan anak-anak, kegiatan mereka dapat kita pantau dengan baik. Mereka pun tidak sungkan-sungkan bercerita bila menghadapi suatu persoalan di luar rumah, baik dalam hal pelajaran maupun dalam pergaulan sehari-hari," ucap Nila. Sebagai seorang ibu, Nila juga selalu menempatkan diri sebagai seorang teman, terutama ketika mereka pada usia remaja.

Sebaliknya, anak-anak juga bisa memantau segala kegiatan orang tuanya. "Kalau saja kami terlalu sibuk dan mereka merasa kurang diperhatikan, maka mereka dengan cepat akan memprotes," ungkap Nila. Sehingga mereka juga sering berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Termasuk ketika suaminya, Farid, usai masa jabatan sebagai Menteri Kesehatan berniat mendirikan Yayasan Koalisi Indonesia Sehat 2010, mereka sekeluarga terlibat dalam kegiatan yayasan itu.

Dalam manapaki kehidupan yang serba keras ini, kepada anak-anaknya, dia selalu menekankan agar jangan mudah menyerah, dan jalani hidup ini sesuai dengan keinginan dan hati nurani, mandiri dan bertanggung jawab.

Memang, sejak awal berkeluarga dengan Farid, mereka bersepakat untuk mendidik anak-anak dengan cara demokratis, di mana segala persoalan harus dibicarakan dan dipecahkan secara bersama-sama dalam keluarga. Kepada anak-anak diberikan kebebasan untuk menentukan pendidikan yang diinginkan selepas SMU. Ketiga anaknya pun berkembang dengan pilihan hidup mandiri masing-masing. Nila dan Farid merasa berbahagia, kendati ketiga anaknya tidak ada yang mengikuti jejak menjadi dokter. Tetapi anak dan puterinya memilih jadi insinyur

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1887-guru-besar-dan-aktivis-kesehatan
Copyright © tokohindonesia.com




Selasa, 28 Oktober 2014

Shandy Aulia Artis ‘Rumah Gurita’ memilih Hidup Sehat dengan Olahraga



Shandy Aulia Artis ‘Rumah Gurita’ memilih Hidup Sehat dengan Olahraga
Shandy Aulia sangat peduli dengan kesehatan. Tak heran jika sedari dulu, wanita berambut panjang ini sudah gemar berolahraga.

Shandy Aulia mengaku sudah menyukai olahraga sejak ia duduk di bangku SMU kelas 1. Selain berolahraga, Shandy juga mengimbangi dengan gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
"Pantangan makanan nggak ada, aku suka makan buah, tapi nggak suka makan kacang, karena rasanya aneh," imbuhnya.

Salah satu olahraga yang ia gemari dan sedang dijalaninya saat ini adalah olah raga fitness. Selain untuk alasan kesehatan, Shandy memilih fitness karena sekaligus ingin membentuk tubuh dan ototnya.

"Sekarang aku fitness 3 kali seminggu dan angkat beban biar lebih berotot, di salah satu fitness center di Pondok Indah," tuturnya.

Menurutnya, dengan olahraga tubuh jadi bugar dan pengaruhnya ke seluruh tubuh. Wajah jadi ceria dan kulit juga jadi mulus.
"Kenapa? kalau keluar keringat kan sama dengan membuang bagian kotor dari tubuh, seperti penyumbatan di kulit. Jadi, perawatannya juga nggak perlu repot. Sudah mendapatkan tubuh yang bugar, terus jadi cantik juga. Jadi, olahraga itu memang ada bonusnya, bukan cuma sehatnya saja," kata Shandy Aulia,

Sejak lama Shandy Aulia yakin bahwa wanita yang bisa menjaga penampilannya adalah wanita yang mau dan bersedia untuk olahraga. 

Pemilik mata indah ini mengaku semua aktivitasnya ini ia jalani karena keinginannya sendiri. Merasa memiliki tubuh kecil, Shandy menjadi terpacu untuk mengencangkan otot dan membentuk tubuhnya.
"Karena badanku kecil jadi kayanya lebih bagus biar agak berisi sekaligus untuk pembentukan tubuh juga," pungkasnya.

Saat ini Shandy Aulia makin memperlihatkan jati dirinya sebagai aktris profesional. Di film terbarunya yang bergenre horor, ‘Rumah Gurita’, Shandy Aulia harus melakukan adegan-adegan berbahaya, yang semua dilakukannya sendiri tanpa bantuan pemain pengganti (stuntman). Dalam film produksi Hitmaker Studio, garapan sutradara Jose Poernomo itu, Shandy berkali-kali terjatuh dari lantai dua, kecebur ke kolam, terlempar keras ke lantai dan sebagainya.

Sumber:
- http://life.viva.co.id/news/read/99658-shandy_aulia_ingin_badannya_lebih_berotot
- https://id.celebrity.yahoo.com/news/shandy-aulia-yakin-sehat-akan-membuat-dirinya-cantik-072048748.html
- http://poskotanews.com/2014/10/28/shandy-aulia-jatuh-dari-lantai-dua/
 ___________________________________
(Ads). 
Gratis Ongkir Bayar di Rumah COD
Alat Inhalasi Uap Asma 590Ribu,
Alat Tensi Digital Japan 390ribu,
Alat Cek Kolesterol dan Gula 450ribu.
Alat Bantu Dengar Germany 365ribu
call sms WA 087780633777 BBM 7649FA23
____________________________________
Artikel Kesehatan Para Artis:

Baca Juga Artikel ini:
Kisah cinta antara Nila Djuwita dengan Farid Anfasa Moeloek berawal bersemi di kampus perjuangan Universitas Indonesia. Pandangan pertama terjadi saat Nila baru masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Saat itu, Farid aktif sebagai panitia Opspek (Orientasi Pengenalan Kampus). Pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Farid pun resmi melamar dan mempersuntingnya menjadi istri pada tahun 1972.2)

Dalam membina rumah tangga, keduanya selalu memegang prinsip kebersamaan, saling menghormati dan mengasihi, sesuai denga kodradnya masing-masing. Termasuk dalam mendidik anak menjadi tanggung jawab berdua. Tiga orang anak sebagai buah kasih mereka (Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek dan Puti Anisa Moeloek) sejak awal ditanamkan nilai-nilai agama, terutama dalam menghadapi era globalisasi, yakni nilai-nilai negatif yang berpengaruh terhadap pola kehidupan anak-anak di zaman sekarang ini dianggap cukup meresahkan.

Ketiga anaknya, sejak masih kecil sampai mereka remaja dan memasuki kehidupan dewasa, sangat senang melakukan kegiatan di kamar tidur orang tuanya. Mulai dari belajar, nonton TV, maupun kegiatan lainnya. "Anak-anak kami sangat betah berlama-lama di kamar tidur kami. Hal ini sebenarnya cukup positif, karena selain menambah kedekatan kami sebagai orang tua dengan anak-anak, kegiatan mereka dapat kita pantau dengan baik. Mereka pun tidak sungkan-sungkan bercerita bila menghadapi suatu persoalan di luar rumah, baik dalam hal pelajaran maupun dalam pergaulan sehari-hari," ucap Nila. Sebagai seorang ibu, Nila juga selalu menempatkan diri sebagai seorang teman, terutama ketika mereka pada usia remaja.

Sebaliknya, anak-anak juga bisa memantau segala kegiatan orang tuanya. "Kalau saja kami terlalu sibuk dan mereka merasa kurang diperhatikan, maka mereka dengan cepat akan memprotes," ungkap Nila. Sehingga mereka juga sering berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Termasuk ketika suaminya, Farid, usai masa jabatan sebagai Menteri Kesehatan berniat mendirikan Yayasan Koalisi Indonesia Sehat 2010, mereka sekeluarga terlibat dalam kegiatan yayasan itu.

Dalam manapaki kehidupan yang serba keras ini, kepada anak-anaknya, dia selalu menekankan agar jangan mudah menyerah, dan jalani hidup ini sesuai dengan keinginan dan hati nurani, mandiri dan bertanggung jawab.

Memang, sejak awal berkeluarga dengan Farid, mereka bersepakat untuk mendidik anak-anak dengan cara demokratis, di mana segala persoalan harus dibicarakan dan dipecahkan secara bersama-sama dalam keluarga. Kepada anak-anak diberikan kebebasan untuk menentukan pendidikan yang diinginkan selepas SMU. Ketiga anaknya pun berkembang dengan pilihan hidup mandiri masing-masing. Nila dan Farid merasa berbahagia, kendati ketiga anaknya tidak ada yang mengikuti jejak menjadi dokter. Tetapi anak dan puterinya memilih jadi insinyur

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1887-guru-besar-dan-aktivis-kesehatan
Copyright © tokohindonesia.com




 


Gambar dan Spesifikasi Alat Suction Pump Alkes 2 Tabung

Gambar dan Spesifikasi Alat Suction Pump Alkes:
Suction BMX-1A ( Suction Thomas ) Aspirator Pump Apparatus. Suction BMX-1A adalah suction pump unit yang setype dengan model Suction Thomas USA, baik dari segi bentuk dan komponen persis dan sejenis. Dalam hal ini juga Portable Diaphragm Aspirator Electric BMX-1A adalah suction pump unit, alat pompa penghisap cairan seperti darah, lendir atau cairan tubuh lainnya. Sangat berguna untuk kedokteran bedah dan kedokteran gigi. Spesifikasi sebagai berikut:
- Limit negative pressure : maksimal 0.075 MPa
- Suction Rate : maksimal 30 L/min
- Noise: minimal 65 db
- GRATIS ONGKOS KIRIM JAKARTA, BEKASI, CIKARANG, CIBUBUR.
– BISA BAYAR CASH di RUMAH (COD).

– CALL / SMS:WA 087780633777 (Whatsapp)
Phone: 021-97552359
BBM pin : 54B87381
email: sanes.solusindo@gmail.com
Facebook: Sanes Medical
Harga RP <--klik sini

Gambar dan Spesifikasi Alat Suction Pump Alkes 2 Tabung B70-30, adalah alat bantu hisap cairan tubuh, seperti ludah, lendir, dan darah, yang bertenaga besar dan powerful, berkapasitas tampung besar hingga 2 Liter (2 botol kaca). Product dari ShenZhen YiDaTai Co.h,Ltd. Sangat cocok untuk Dokter Gigi dan Persalinan Bayi sebagai standar pelayanan bidan profesional.
Spesifikasi:
- Kapasitas besar dengan 2 Tabung 2 Liter.
- Pump technology: Rotary Vane Type
- Max Vaccum: 0,09MPa (680 mmHg)
- Free airflow: max 20 Liter / minute, Pump exit: 30 L/min
- Vacuum adjustable range: 0.02-0.09 Mpa
- Liquid storage Botol: 1000ml x 2 bottle (glass)
- Power: 280 VA, AC220V, 50Hz
- Dimension: 480 x 340 x 370 mm
- Gross weight: 20 kg
- GRATIS ONGKOS KIRIM JAKARTA, BEKASI, CIKARANG, CIBUBUR.
– BISA BAYAR CASH di RUMAH (COD).
– CALL / SMS:
TELKOMSEL: 081311555012, 0852-825-41222
INDOSAT: 08561761134
XL: 087780633777
AXIS: 083899112317
email: cs@sanes-medical.tk
Facebook: Sanes Medical
Harga Rp. KLIK SINI

Senin, 27 Oktober 2014

Mengatasi Perilaku Menyimpang pada Anak dan Efek Psikologis dari Waktu Senja



Mengatasi Perilaku Menyimpang pada Anak dan Efek Psikologis dari Waktu Senja

Dalam membimbing keluarga, yang terpenting adalah memelihara dan menjaga anak kita, sehingga menjadi penerus keturunan yang seperti diharapkan di masa depannya. Seringkali kita menghadapi anak kita yang tiba-tiba berubah perilakunya, yang tadinya manis tiba-tiba menjadi pemarah bahkan histeris. Kadangkala kita sebagai orang tua merasa heran dan seolah-olah seperti menghadapi perilaku menyimpang anak yang lain daripada biasanya, bahkan bukan seperti anak kita sendiri. Tentu hal ini cukup menakutkan dan mebuat panik bagi kita selaku orang tua

Dalam berbagai Kitab Suci Seperti Al-Quran, Injil dan Taurat, selalu diceritakan suatu obyek atau mahluk tidak terlihat yang mampu mempengaruhi manusia. Misalnya malaikat menyuruh berbuat kebaikan, dan setan selalu menyuruh perbuatan jahat. Walaupun Kitab-kitab Suci ini berbeda hal dalam waktu dan tempat kejadiannya serta masyarakat yang mempercayainya, namun ada kesamaan di dalamnya, yaitu adanya MAHLUK yang TIDAK TERLIHAT. Tentunya ini seperti kebetulan yang disengaja, atau dengan kata lain. fakta dalam kebudayaan manusia.

Dalam kehidupan modern sekarang ini, malah semakin maraknya kejadian seperti kesurupan bahkan dalam tingkat massal. Bahkan Hollywood perlu mengabadikannya dalam film "Paranormal Activity". Tentunya gangguan perilaku semacam ini bukanlah hal dapat dikontrol oleh manusia sekalipun. Dan tentu saja hal ini masih dalam konteks yang TAK TERLIHAT namun dapat dirasakan kebenarannya.

Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi berikut ini mencoba menjelaskan mengenai hal perilaku menyimpang pada anak dan hubungannya dengan waktu senja atau waktu maghrib, sedikitnya telah memberikan pencerahan dan solusi bagaimana agar anak kita terhindar dari Efek Psikologis yang tidak diinginkan. Berikut penuturan beliau.
----------------------------------------------------------
Saat magrib adalah saat yang paling berbahaya bagi manusia yang dianggap remeh oleh orang-orang di zaman sekarang, di saat siang hari dan cahayanya mulai gelap, terjadi beberapa kejadian aneh yang harus diperhatikan.

Dalam Sahih Muslim Nabi, bersabda: Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu, Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah. meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya. Dan matikanlah lampu kalian

Dari Jabir dalam kitab Sahih Muslim ia mengatakan: Rasulullah, bersabda: (Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam.)

Jadi apa yang terjadi saat Waktu Senja saat  Magrib?

Sebenarnya yang terjadi di waktu magrib bahwa setan bersamaan dengan datangnya kegelapan mulai menyebar mencari tempat tinggal, karena mereka tersebar dengan pemandangan luar biasa biasa dan jumlah yang tidak ada yang tahu selain Allah, sebagian setan takut dari kejahatan setan yang lain karena itu ia harus memiliki sesuatu yang dijadikannya sebagai tempat berlindung dan mencari tempat aman.

sebagian setan takut dari kejahatan setan yang lain karena itu ia harus memiliki sesuatu yang dijadikannya sebagai tempat berlindung dan mencari tempat aman

Maka ia bergerak dengan cepat melebihi kecepatan manusia dengan kecepatan berlipat lipat, beberapa dari mereka berlindung dalam wadah kosong, dan beberapa dari mereka berlindung ke rumah kosong, dan beberapa dari mereka berlindung kepada sekelompok manusia yang sedang duduk duduk, mereka tentu tidak merasakannya, mereka ikut menimbrung supaya menjadi aman dari penindasan saudara sesama setan yang sekarang berkeliaran seperti angin di bumi karena yang boleh hidup hanya yang kuat saja , dan sifat setan itu, mereka ingin tinggal di tempat kotoran sehinnga kamu dapati mereka suka sekali tempat-tempat pembuangan kotoran manusia, dan mencari perlindungan ke tempat-tempat sampah.

Kadang kala setan itu memangsa anak kecil manusia untuk dijadikan tempat berlindung, kadang ia mengganggunya dan kemudian keluar, dan terkadang tinggal beberapa waktu, sehingga kamu akan menemukan anak kecil dalam suasana hati yang tidak menentu, terkadang ia menangis lama tanpa diketahui orang tuanya alasannya dan tidak jarang mereka membentaknya, padahal mereka telah melupakan perintah Nabi agar tidak membiarkan anak anak mereka pada saat setan bergentanyangan, dan banyak kaum ibu ibu saat ini lupa mengganti popok bayi yang sudah kotor, dan karena kesukaan setan pada tempat kotoran.

Maka kamu dapatkan mereka lebih memilih popok bayi karena najis sebagai tempat persembunyian, sehingga mendorong mereka untuk tinggal.

Maka kamu dapatkan mereka lebih memilih popok bayi karena najis sebagai tempat persembunyian, sehingga mendorong mereka untuk tinggal.
Kami menemukan beberapa anak menjerit tiba-tiba dan beberapa yang menggelapar dalam tidurnya karena gangguan iblis yag merasukinya saat dijadikan tempat berlindung.

Kecepatan jin dalam mencari tempat tinggal, perumahan dan tempat aman yang lain terkadang menimpa orang tua, tetapi karena orang tua lebih banyak melakukan penjagaan, maka Nabi memerintahkan para orang tua untuk memberikan penjagaan (proteksi) dan tidak membiarkan mereka tetap bermain pada waktu bergentayangan jin, sebab mereka masih polos tidak bisa membentengi diri, sedangkan jin datang dengan cepat mencari tempat tinggal saking cepatnya bisajadi ia menabrak tubuh orang tua atau anak kecil sehingga tigak jarang mengganggunya, dan kamu akan menemukan beberapa orang tiba-tiba dilanda depresi mendadak atau ketakutan dan sebagainya, disebabkan oleh jin. Semoga kita dan semua kaum Muslimin dijaga oleh Allah dari gangguan jin.

Oleh karena itu,doa pagi dan sore senantiasa dibaca dan bentengi anak kalian dengan doa pagi dan sore kemudian berhati hati dari waktu magrib.

Dan tugas kita pada waktu magrib untuk menjauh dari hewan, seperti kucing, burung, dan mengurangi kecepatan saat mengemudi mobil karena dikuatirkan menabrak anjing atau hewan lain yang bisa jadi telah dirasuki setan, dan tidak boleh jalan jalan di tempat sepi atau duduk di tempat itu, atau melempar batu ke dalam kamar mandi, kebun dan laut.

Sayangnya, kebanyakan orang tua membiarkan anak-anak mereka bermain sampai matahari terbenam mereka tidak memperhatikan bahaya yang mengintai di waktu magrib.

Oleh karena itu, membaca doa pagi dan sore harus terus diamalkan dan jangan sampai lengah menjaga anak anak kita.
Kita meminta kepada Allah untuk melindungi kita dan anak-anak kita ..amin



Oleh: Mamduh Farhan Al-Buhairi

Sumber: 
- https://www.facebook.com/pages/Ya-Allah-Ijinkan-Hamba-Menggelar-Sajadah-Bersamanya/253238754715845 
 ___________________________________





 

Spesifikasi & Gambar Alkes Sterilisasi Sterilisator Kering Alat Kesehatan

Alat Sterilisasi Anti Kuman Sterilisator Kering 2 Pintu FORTUNE ZTP-78E dapat membunuh kuman, bakteri, virus Hepatitis B dan spora dengan teknologi ozone, dan temperatur tinggi.
Fitur:
- Standard Depkes RI AKL 20903702467
- Interior volume 78 Ltr
- Dimensi Kardus: 470 x 385 x 770 mm
- Berat kotor: 17 Kg
- Tegangan Listrik 220V/50Hz,
- Wattage: 550 W
- Temperature sterilisasi: 125-150C
- Ruang atas (cleaning) : Ozonisasi dan Medium Temperature digunakan untuk benda yang tidak tahan panas
- Ruang Bawah : High temperature sterilizer untuk benda yang tahan panas hingga 150C
- GRATIS ONGKOS KIRIM: JAKARTA, BEKASI, CIBUBUR dan CIKARANG.
- PEMBAYARAN BISA COD / CASH ON DELIVERY / BAYAR DI TEMPAT.
Silahkan call / sms ke 085282541222/ 08561761134 / email: cs@sanes-medical.tk
Facebook: Sanes Medical


Harga Rp. KLIK SINI <---
------------------------------------------------------------------------------------- 


Alat Sterilisasi Ruangan Operasi Anti Kuman UV STERILIZER 4 LAMPU, adalah alat untuk suci hama dengan memancarkan sinar ultraviolet untuk membunuh virus, kuman dan bakteri dalam ruangan, setelah digunakan oleh pasien dengan penyakit menular. Spesifikasi rangka:
- Konstruksi: Stainless Steel Plat & Pipe 1,2 mm
- Finishing: Poleshing
- Ukuran: (42-110) x 130 cm
- Wheel: 1 "

Spesifikasi Lampu UV medis:
- Base (standard designation): G13
- Bulb Glass color: CLEAR
- Construction wattage: 30 W
- Diameter: 26 mm
- Length: 895 mm
- Lifespan: 8000 h
- UV wavelenght: 200-280 nm, radiated power: 13.4 W
- GRATIS ONGKOS KIRIM: JAKARTA, BEKASI, CIBUBUR dan CIKARANG.
- PEMBAYARAN BISA COD / CASH ON DELIVERY / BAYAR DI TEMPAT.
Silahkan call / sms  08561761134 / email: cs@sanes-medical.tk
Facebook: Sanes Medical
Tersedia:

SPARE PART LAMPU UV MEDIS 30 Watt, Silahkan Call / SMS ke 087780633777 / 0856-1761134

GAMBAR TRIPOD KHUSUS TIMBANGAN DACIN BAYI TRIPOT POSYANDU PUSKESMAS


GAMBAR TRIPOD KHUSUS TIMBANGAN BAYI DACIN manual digital POSYANDU PUSKESMAS,  Tersedia TRIPOT KHUSUS TIMBANGAN DACIN. 
- GRATIS ONGKOS KIRIM BEKASI, CIBUBUR.
– BISA BAYAR CASH di RUMAH (COD) JABODETABEK.

Sudah banyak dipakai oleh Instansi Pemerintah dan Swasta
- Kelurahan Lambangsari Bekasi
- Kelurahan Tanjung Barat Jaksel
- Kelurahan Keagungan Jakbar
- Kelurahan Srengseng Sawah
- Kelurahan Pinang Ranti Jaktim
- Kelurahan Kebon Melati Tanah Abang
- Kelurahan Rawamangun
- KLK Nakertrans Ende, NTT
- Asrama Polisi 2 Rangkasbitung Banten
- PT. Margacipta Wirasentosa Serang Banten
- Toko Raja Alkes Medika Sukabumi
- Apotik Kimia Farma RSUD Bajawa NTT

produk SANES SUMBER MAKMUR

Ukuran 2 Meter, material steel pipe & plat, finishing cat duco.
bisa kirim COD JABODETABEK
garansi 1 tahun dari SANES SUMBER MAKMUR.

– CALL / SMS:
Call sms WA : 0852-825-41222 / 087780633777

email: sanes.solusindo@gmail.com
Facebook: Sanes Medical
Twitter: @sanesmedical
Instagram: @sanesmedical
HARGA Rp 890.000,-





HARGA RP. 890.000,- *
*belum termasuk timbangan dacin


Minggu, 26 Oktober 2014

Profil Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kisah Cinta dan Keluarga


Profil Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kisah Cinta dan Keluarga
Baru saja Presiden Joko Widodo mengumumkan Kabinet Kerja dengan masing-masing posisi menteri yang menjabatnya. Salah satunya kementerian yang diumumkan adalah Kementerian Kesehatan. Setelah berbagai sosok dikabarkan menjadi calon kuat, ternyata yang muncul dan disebut Presiden Joko Widodo adalah Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, SpM(K) .

Nila Djuwita Anfasa Moeloek yang lahir di Jakarta, 11 April 1949 adalah salah satu Staf Ahli Divisi Tumor Mata di RSCM Kirana. Alumni dokter umum dan spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini meneruskan subspesialisasi International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang. Setelah itu ia meneruskan pendidikan konsultan Onkologi Mata dan program Doktor Pasca Sarjana di FKUI, Jakarta. Ia adalah ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat periode 2004-2009 dan istri Farid Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan.

Kisah cinta antara Nila Djuwita dengan Farid Anfasa Moeloek berawal bersemi di kampus perjuangan Universitas Indonesia. Pandangan pertama terjadi saat Nila baru masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Saat itu, Farid aktif sebagai panitia Opspek (Orientasi Pengenalan Kampus). Pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Farid pun resmi melamar dan mempersuntingnya menjadi istri pada tahun 1972.2)

Dalam membina rumah tangga, keduanya selalu memegang prinsip kebersamaan, saling menghormati dan mengasihi, sesuai denga kodradnya masing-masing. Termasuk dalam mendidik anak menjadi tanggung jawab berdua. Tiga orang anak sebagai buah kasih mereka (Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek dan Puti Anisa Moeloek) sejak awal ditanamkan nilai-nilai agama, terutama dalam menghadapi era globalisasi, yakni nilai-nilai negatif yang berpengaruh terhadap pola kehidupan anak-anak di zaman sekarang ini dianggap cukup meresahkan.

Ketiga anaknya, sejak masih kecil sampai mereka remaja dan memasuki kehidupan dewasa, sangat senang melakukan kegiatan di kamar tidur orang tuanya. Mulai dari belajar, nonton TV, maupun kegiatan lainnya. "Anak-anak kami sangat betah berlama-lama di kamar tidur kami. Hal ini sebenarnya cukup positif, karena selain menambah kedekatan kami sebagai orang tua dengan anak-anak, kegiatan mereka dapat kita pantau dengan baik. Mereka pun tidak sungkan-sungkan bercerita bila menghadapi suatu persoalan di luar rumah, baik dalam hal pelajaran maupun dalam pergaulan sehari-hari," ucap Nila. Sebagai seorang ibu, Nila juga selalu menempatkan diri sebagai seorang teman, terutama ketika mereka pada usia remaja.

Sebaliknya, anak-anak juga bisa memantau segala kegiatan orang tuanya. "Kalau saja kami terlalu sibuk dan mereka merasa kurang diperhatikan, maka mereka dengan cepat akan memprotes," ungkap Nila. Sehingga mereka juga sering berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Termasuk ketika suaminya, Farid, usai masa jabatan sebagai Menteri Kesehatan berniat mendirikan Yayasan Koalisi Indonesia Sehat 2010, mereka sekeluarga terlibat dalam kegiatan yayasan itu.

Dalam manapaki kehidupan yang serba keras ini, kepada anak-anaknya, dia selalu menekankan agar jangan mudah menyerah, dan jalani hidup ini sesuai dengan keinginan dan hati nurani, mandiri dan bertanggung jawab.

Memang, sejak awal berkeluarga dengan Farid, mereka bersepakat untuk mendidik anak-anak dengan cara demokratis, di mana segala persoalan harus dibicarakan dan dipecahkan secara bersama-sama dalam keluarga. Kepada anak-anak diberikan kebebasan untuk menentukan pendidikan yang diinginkan selepas SMU. Ketiga anaknya pun berkembang dengan pilihan hidup mandiri masing-masing. Nila dan Farid merasa berbahagia, kendati ketiga anaknya tidak ada yang mengikuti jejak menjadi dokter. Tetapi anak dan puterinya memilih jadi insinyur.

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1887-guru-besar-dan-aktivis-kesehatan
Copyright © tokohindonesia.com
Kisah cinta antara Nila Djuwita dengan Farid Anfasa Moeloek berawal bersemi di kampus perjuangan Universitas Indonesia. Pandangan pertama terjadi saat Nila baru masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Saat itu, Farid aktif sebagai panitia Opspek (Orientasi Pengenalan Kampus). Pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Farid pun resmi melamar dan mempersuntingnya menjadi istri pada tahun 1972.2)

Dalam membina rumah tangga, keduanya selalu memegang prinsip kebersamaan, saling menghormati dan mengasihi, sesuai denga kodradnya masing-masing. Termasuk dalam mendidik anak menjadi tanggung jawab berdua. Tiga orang anak sebagai buah kasih mereka (Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek dan Puti Anisa Moeloek) sejak awal ditanamkan nilai-nilai agama, terutama dalam menghadapi era globalisasi, yakni nilai-nilai negatif yang berpengaruh terhadap pola kehidupan anak-anak di zaman sekarang ini dianggap cukup meresahkan.

Ketiga anaknya, sejak masih kecil sampai mereka remaja dan memasuki kehidupan dewasa, sangat senang melakukan kegiatan di kamar tidur orang tuanya. Mulai dari belajar, nonton TV, maupun kegiatan lainnya. "Anak-anak kami sangat betah berlama-lama di kamar tidur kami. Hal ini sebenarnya cukup positif, karena selain menambah kedekatan kami sebagai orang tua dengan anak-anak, kegiatan mereka dapat kita pantau dengan baik. Mereka pun tidak sungkan-sungkan bercerita bila menghadapi suatu persoalan di luar rumah, baik dalam hal pelajaran maupun dalam pergaulan sehari-hari," ucap Nila. Sebagai seorang ibu, Nila juga selalu menempatkan diri sebagai seorang teman, terutama ketika mereka pada usia remaja.

Sebaliknya, anak-anak juga bisa memantau segala kegiatan orang tuanya. "Kalau saja kami terlalu sibuk dan mereka merasa kurang diperhatikan, maka mereka dengan cepat akan memprotes," ungkap Nila. Sehingga mereka juga sering berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Termasuk ketika suaminya, Farid, usai masa jabatan sebagai Menteri Kesehatan berniat mendirikan Yayasan Koalisi Indonesia Sehat 2010, mereka sekeluarga terlibat dalam kegiatan yayasan itu.

Dalam manapaki kehidupan yang serba keras ini, kepada anak-anaknya, dia selalu menekankan agar jangan mudah menyerah, dan jalani hidup ini sesuai dengan keinginan dan hati nurani, mandiri dan bertanggung jawab.

Memang, sejak awal berkeluarga dengan Farid, mereka bersepakat untuk mendidik anak-anak dengan cara demokratis, di mana segala persoalan harus dibicarakan dan dipecahkan secara bersama-sama dalam keluarga. Kepada anak-anak diberikan kebebasan untuk menentukan pendidikan yang diinginkan selepas SMU. Ketiga anaknya pun berkembang dengan pilihan hidup mandiri masing-masing. Nila dan Farid merasa berbahagia, kendati ketiga anaknya tidak ada yang mengikuti jejak menjadi dokter. Tetapi anak dan puterinya memilih jadi insinyur.

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1887-guru-besar-dan-aktivis-kesehatan
Copyright © tokohindonesia.com
Kisah cinta antara Nila Djuwita dengan Farid Anfasa Moeloek berawal bersemi di kampus perjuangan Universitas Indonesia. Pandangan pertama terjadi saat Nila baru masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Saat itu, Farid aktif sebagai panitia Opspek (Orientasi Pengenalan Kampus). Pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Farid pun resmi melamar dan mempersuntingnya menjadi istri pada tahun 1972.2)

baca juga:
Maraknya Penyakit Impotensi pada Anak Muda Baru-baru ini Semakin maraknya penyakit impotensi (tidak bisa ereksi) yang melanda anak muda baru-baru ini adalah ditengarai karena beberapa faktor <-- klik sini


Dalam membina rumah tangga, keduanya selalu memegang prinsip kebersamaan, saling menghormati dan mengasihi, sesuai denga kodradnya masing-masing. Termasuk dalam mendidik anak menjadi tanggung jawab berdua. Tiga orang anak sebagai buah kasih mereka (Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek dan Puti Anisa Moeloek) sejak awal ditanamkan nilai-nilai agama, terutama dalam menghadapi era globalisasi, yakni nilai-nilai negatif yang berpengaruh terhadap pola kehidupan anak-anak di zaman sekarang ini dianggap cukup meresahkan.

Ketiga anaknya, sejak masih kecil sampai mereka remaja dan memasuki kehidupan dewasa, sangat senang melakukan kegiatan di kamar tidur orang tuanya. Mulai dari belajar, nonton TV, maupun kegiatan lainnya. "Anak-anak kami sangat betah berlama-lama di kamar tidur kami. Hal ini sebenarnya cukup positif, karena selain menambah kedekatan kami sebagai orang tua dengan anak-anak, kegiatan mereka dapat kita pantau dengan baik. Mereka pun tidak sungkan-sungkan bercerita bila menghadapi suatu persoalan di luar rumah, baik dalam hal pelajaran maupun dalam pergaulan sehari-hari," ucap Nila. Sebagai seorang ibu, Nila juga selalu menempatkan diri sebagai seorang teman, terutama ketika mereka pada usia remaja.

Sebaliknya, anak-anak juga bisa memantau segala kegiatan orang tuanya. "Kalau saja kami terlalu sibuk dan mereka merasa kurang diperhatikan, maka mereka dengan cepat akan memprotes," ungkap Nila. Sehingga mereka juga sering berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Termasuk ketika suaminya, Farid, usai masa jabatan sebagai Menteri Kesehatan berniat mendirikan Yayasan Koalisi Indonesia Sehat 2010, mereka sekeluarga terlibat dalam kegiatan yayasan itu.

Dalam manapaki kehidupan yang serba keras ini, kepada anak-anaknya, dia selalu menekankan agar jangan mudah menyerah, dan jalani hidup ini sesuai dengan keinginan dan hati nurani, mandiri dan bertanggung jawab.

Memang, sejak awal berkeluarga dengan Farid, mereka bersepakat untuk mendidik anak-anak dengan cara demokratis, di mana segala persoalan harus dibicarakan dan dipecahkan secara bersama-sama dalam keluarga. Kepada anak-anak diberikan kebebasan untuk menentukan pendidikan yang diinginkan selepas SMU. Ketiga anaknya pun berkembang dengan pilihan hidup mandiri masing-masing. Nila dan Farid merasa berbahagia, kendati ketiga anaknya tidak ada yang mengikuti jejak menjadi dokter. Tetapi anak dan puterinya memilih jadi insinyur.

Sumber:
- http://health.liputan6.com/read/2124722/nila-moeloek-program-kemkes-akan-dibuat-satu-arah
- http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1887-guru-besar-dan-aktivis-kesehatan
___________________________________
(Ads). Alat Inhalasi Uap Asma 590Ribu,
Alat Tensi Digital Japan 390ribu,
Alat Cek Kolesterol dan Gula 450ribu.
Alat Bantu Dengar Germany 365ribu
Gratis Ongkir Bayar di Rumah COD, 
call sms WA 087780633777 BBM 7649FA23
____________________________________

Baca Juga Artikel ini:
- Kisah Nyata Sembuhnya Penderita Penyakit Diabetes dengan Biji Alpukat
- Gayatri Wailisa Diduga Alami Pecahnya Pembuluh Darah Otak
- Rahasia Umur 40 Tahun 
- Maraknya Impotensi pada Anak Muda
- Kikis Lemak Tubuh dengan Susu
- Cara Mudah Deteksi Stroke Secara Dini
Kisah cinta antara Nila Djuwita dengan Farid Anfasa Moeloek berawal bersemi di kampus perjuangan Universitas Indonesia. Pandangan pertama terjadi saat Nila baru masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Saat itu, Farid aktif sebagai panitia Opspek (Orientasi Pengenalan Kampus). Pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Farid pun resmi melamar dan mempersuntingnya menjadi istri pada tahun 1972.2)

Dalam membina rumah tangga, keduanya selalu memegang prinsip kebersamaan, saling menghormati dan mengasihi, sesuai denga kodradnya masing-masing. Termasuk dalam mendidik anak menjadi tanggung jawab berdua. Tiga orang anak sebagai buah kasih mereka (Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek dan Puti Anisa Moeloek) sejak awal ditanamkan nilai-nilai agama, terutama dalam menghadapi era globalisasi, yakni nilai-nilai negatif yang berpengaruh terhadap pola kehidupan anak-anak di zaman sekarang ini dianggap cukup meresahkan.

Ketiga anaknya, sejak masih kecil sampai mereka remaja dan memasuki kehidupan dewasa, sangat senang melakukan kegiatan di kamar tidur orang tuanya. Mulai dari belajar, nonton TV, maupun kegiatan lainnya. "Anak-anak kami sangat betah berlama-lama di kamar tidur kami. Hal ini sebenarnya cukup positif, karena selain menambah kedekatan kami sebagai orang tua dengan anak-anak, kegiatan mereka dapat kita pantau dengan baik. Mereka pun tidak sungkan-sungkan bercerita bila menghadapi suatu persoalan di luar rumah, baik dalam hal pelajaran maupun dalam pergaulan sehari-hari," ucap Nila. Sebagai seorang ibu, Nila juga selalu menempatkan diri sebagai seorang teman, terutama ketika mereka pada usia remaja.

Sebaliknya, anak-anak juga bisa memantau segala kegiatan orang tuanya. "Kalau saja kami terlalu sibuk dan mereka merasa kurang diperhatikan, maka mereka dengan cepat akan memprotes," ungkap Nila. Sehingga mereka juga sering berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Termasuk ketika suaminya, Farid, usai masa jabatan sebagai Menteri Kesehatan berniat mendirikan Yayasan Koalisi Indonesia Sehat 2010, mereka sekeluarga terlibat dalam kegiatan yayasan itu.

Dalam manapaki kehidupan yang serba keras ini, kepada anak-anaknya, dia selalu menekankan agar jangan mudah menyerah, dan jalani hidup ini sesuai dengan keinginan dan hati nurani, mandiri dan bertanggung jawab.

Memang, sejak awal berkeluarga dengan Farid, mereka bersepakat untuk mendidik anak-anak dengan cara demokratis, di mana segala persoalan harus dibicarakan dan dipecahkan secara bersama-sama dalam keluarga. Kepada anak-anak diberikan kebebasan untuk menentukan pendidikan yang diinginkan selepas SMU. Ketiga anaknya pun berkembang dengan pilihan hidup mandiri masing-masing. Nila dan Farid merasa berbahagia, kendati ketiga anaknya tidak ada yang mengikuti jejak menjadi dokter. Tetapi anak dan puterinya memilih jadi insinyur

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1887-guru-besar-dan-aktivis-kesehatan
Copyright © tokohindonesia.com

Artikel Kesehatan Para Artis:
- Rahasia Cantik dan Sehat Artis Vitalia Shesa
- Lagu Baru Raffi Nagita (Gigi) "Kamulah Takdirku" Lirik dan Youtube
- Rahasia Sehat dan Montok Artis Kartika Putri  
- Push-up Sit-up ala Artis Cantik Eriska Rein
- Cara Fitness 'Arjuna' Shaheer Sheikh  

Kisah cinta antara Nila Djuwita dengan Farid Anfasa Moeloek berawal bersemi di kampus perjuangan Universitas Indonesia. Pandangan pertama terjadi saat Nila baru masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Saat itu, Farid aktif sebagai panitia Opspek (Orientasi Pengenalan Kampus). Pertemuan itu menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Farid pun resmi melamar dan mempersuntingnya menjadi istri pada tahun 1972.2)

Dalam membina rumah tangga, keduanya selalu memegang prinsip kebersamaan, saling menghormati dan mengasihi, sesuai denga kodradnya masing-masing. Termasuk dalam mendidik anak menjadi tanggung jawab berdua. Tiga orang anak sebagai buah kasih mereka (Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek dan Puti Anisa Moeloek) sejak awal ditanamkan nilai-nilai agama, terutama dalam menghadapi era globalisasi, yakni nilai-nilai negatif yang berpengaruh terhadap pola kehidupan anak-anak di zaman sekarang ini dianggap cukup meresahkan.

Ketiga anaknya, sejak masih kecil sampai mereka remaja dan memasuki kehidupan dewasa, sangat senang melakukan kegiatan di kamar tidur orang tuanya. Mulai dari belajar, nonton TV, maupun kegiatan lainnya. "Anak-anak kami sangat betah berlama-lama di kamar tidur kami. Hal ini sebenarnya cukup positif, karena selain menambah kedekatan kami sebagai orang tua dengan anak-anak, kegiatan mereka dapat kita pantau dengan baik. Mereka pun tidak sungkan-sungkan bercerita bila menghadapi suatu persoalan di luar rumah, baik dalam hal pelajaran maupun dalam pergaulan sehari-hari," ucap Nila. Sebagai seorang ibu, Nila juga selalu menempatkan diri sebagai seorang teman, terutama ketika mereka pada usia remaja.

Sebaliknya, anak-anak juga bisa memantau segala kegiatan orang tuanya. "Kalau saja kami terlalu sibuk dan mereka merasa kurang diperhatikan, maka mereka dengan cepat akan memprotes," ungkap Nila. Sehingga mereka juga sering berdiskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Termasuk ketika suaminya, Farid, usai masa jabatan sebagai Menteri Kesehatan berniat mendirikan Yayasan Koalisi Indonesia Sehat 2010, mereka sekeluarga terlibat dalam kegiatan yayasan itu.

Dalam manapaki kehidupan yang serba keras ini, kepada anak-anaknya, dia selalu menekankan agar jangan mudah menyerah, dan jalani hidup ini sesuai dengan keinginan dan hati nurani, mandiri dan bertanggung jawab.

Memang, sejak awal berkeluarga dengan Farid, mereka bersepakat untuk mendidik anak-anak dengan cara demokratis, di mana segala persoalan harus dibicarakan dan dipecahkan secara bersama-sama dalam keluarga. Kepada anak-anak diberikan kebebasan untuk menentukan pendidikan yang diinginkan selepas SMU. Ketiga anaknya pun berkembang dengan pilihan hidup mandiri masing-masing. Nila dan Farid merasa berbahagia, kendati ketiga anaknya tidak ada yang mengikuti jejak menjadi dokter. Tetapi anak dan puterinya memilih jadi insinyur

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1887-guru-besar-dan-aktivis-kesehatan
Copyright © tokohindonesia.com